Senin, 23 November 2015



Cinta yang tak terduga


Nana berjalan dengan tergesa-gesa menuju kantor nya karena waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi dan saat nya dia masuk kantor.Nana berjalan menuju lift tanpa memperhatikan jalan dengan benar dan terdengar suara
          “Buk”suara orang yang saling tabrak.
          “Anda punya mata engga sih”Nana dengan suara yang keras dan membentak.
          “..............”orang yang berhadapan dengan Nana tidak menjawab nya.
Merasa tidak ada waktu untuk membahas masalah sepele,Nana langsung masuk kedalam lift dan memijit salah satu tombol yang berangka 1 sampai 15,Nana memilih tombol angka 9.Nana bekerja di perusahaan yang cukup besar yang mempunyai gedung dengan 15 lantai.
          “tak..tok..tak..tok..”suara high heels yang Nana pakai.
          “Hai na”sapa seseorang kepada Nana
Baru saja Nana sampai dimeja kerjanya dan membereskan berkas-berkas sudah ada yang nyapa,yang tak lain teman dekat nya yaitu Rana.
          “oh,iyah ra”balas Nana tanpa menoleh kepada Rana
          “na”
          “hmmm”
          “hari ini direktur baru kita datang.”
          “oh.”jawab Nana singkat.
“Banyak yang bilang bahwa direktur baru kita masih muda,belum nikah dan sangat tampan dan para wanita pun mengejar-ngejar nya.”
          “oh iyah .”balas nana yang sibuk dengan berkas-berkas nya.
“dan kamu harus siap-siap bentar lagi kita keruangan aula untuk menghadiri acara penyambutan direktur baru.”
“hmmm.”balas Nana
          “nanti aku kesini lagi,cepet beres-beres nya.”kata rana
Rana meninggalkan Nana,Nana tidak terlalu mendengarkan apa yang Rana sampaikan,Nana hanya focus pada berkas-berkas yang menumpuk dimeja nya.Nana tidak peduli dengan apa yang dibicarakan para pegawai wanita yang membicarakan direktur baru yang tampan dan lajang,pria idaman semua wanita,dan Nana tidak penasaran dengan direktur baru nya dia hanya fokus pada pekerjaan nya.
Nana masih sibuk dengan pekerjaan nya dan Rana pun kembali menemui Nana.
          “na..”sapa Rana
          “hmmm”balas Nana acuh tak acuh
          “astaga na,kamu belum siap-siap.”Rana dengan nada yang kesal.
          “siap-siap?untuk apa?”balas Nana dengan wajah datar nya.
          “kan tadi aku udah kasih tau kamu.”balas Rana kesal.
          “......”Nana tak membalas nya.
“yak....Nana cepet ke toilet,benerin penampilam kamu yang ancur itu.”Rana sambil menarik Nana.
“yak..yak.. apa-apaan kamu Ra.”Nana kaget dengan tindakan Rana yang menarik dirinya menuju toilet.
          “sudah jangan banyak protes.”balas Rana dengan penuh penekanan.
Nana pasrah dengan apa yang dilakukan Rana kepada dirinya.Nana masuk ketoilet dengan Rana yang menunggu diluar toilet karena Rana sudah rapih beda dengan sobatnya Nana.didalan toilet nana hanya merapikan kemeja yang dipakainya,menyisir rambut dan memoleskan bedak ke wajah nya,sangat sederhana tanpa make-up yang tebal seperti pegawai lain nya.Nana keluar dari toilet,mereka berdua langsung menuju ruang aula yang berada di lantai 15.
Ruang aula sudah dipenuhi dengan karyawan dan karyawati yang sudah siap menyambut direktur baru nya.
          “Para hadirin yang berbahagia.....”Mc pun sudah memulai acara penyambutan nya.
Nana tidak memperhatikan sama sekali apa yang disampaikan oleh mc dan tepuk tangan pun riuh bergeming diruangan tersebut,tanda bahwa direktur baru nya memasuki ruangan.Memang Nana berada paling belakang dengan sobat nya itu jadi tidak terlalu melihat dan mendengar apa yang direktur baru nya sampaikan dan pikiran Nana tidak pernah kemana-mana selain pada berkas-berkas yang menumpuk dimeja kerjanya,tanpa Nana sadari direktur nya itu mendekat kepada dirinya,dan setelah berhadapan dengan Nana direktur baru nya itu mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.Nana masih belum menyadari nya karena dia dari tadi hanya melihat kebawah dan sibuk dengan pikiran nya.
          ‘’Nana.”Rana dengan nada yang menekan dan pelan.
          “hmm”hanya itu yang Nana balas.
          “Dongkak kan kepalamu dan lihat didepan.”
          “malas.”balas Nana dengan singkat
Rana pun menginjak kaki Nana karna Rana sudah tidak tahan dengan tingkah laku Nana yang acuh tak acuh.
“yak....Rana ,sakit tau.”nana berteriak dan nana pun menyadari bahwa didepan nya sudah ada pria tampan dengan setelan jas yang rapih.
“halo,saya direktur baru disini .nama saya Dandy hartono.”pria itu sambil mengulurkan tangan nya.
          “saya Nana karyawan bagian administrasi.”balas Nana dengan nada datar.
Nana merasa bahwa dirinya pernah bertemu dengan direktur nya dan mengenal nya,tapi nana tidak memikirkan nya lebih panjang bagi Nana  hal yang paling penting itu berkas-berkas yang menumpuk dimeja kerja nya.
Setelah direktur baru nya saling sapa dengan karyawannya,acara pun selesai.Nana langsung meninggalkan aula tanpa memperhatikan sobatnya Rana,menuju ruangan kerja nya.setelah sampai di ruangan nya Nana langsung menuju meja kerjanya dan serius membereskan berkas-berkas nya yang sejak tadi ada dipikiran nya.Nana serius dan tanpa disadari sudah ada orang yang didepan meja kerja nya.
          “Bu Nana”sapa orang yang berada dekat meja Nana.
Nana menengok dan akibat rasa kaget nya Nana langsung menjawab nya.
          “oh iyah,sekertaris Alfi “jawab Nana
Ternyata yang datang itu adalah sekertaris direktur baru nya.
          “bu Nana disuruh mendatangi ruangan direktur.”kata sekertaris Alfi.
          “hmm”balas Nana yang belum sadar dengan apa yang disampaikan sekertaris Alfi.
          “hah..keruangan direktur?”kaget Nana dengan nada yang agak berteriak.
          “5 menit lagi anda ditunggu diruangan pak direktur.”lanjut Alfi dan langsung meninggalkan meja Nana.
Nana masih kaget dengan apa yang disampaikan Alfi ,tapi Nana tersadar dari lamunan nya itu setelah melihat jam yang dipakai ditangan dan Nana langsung meninggalakan meja kerja nya karena masih terngiang perkataan dari sekertaris Alfi.Nana masuk lift nya dan memijit tombol yang berangka 15 karena ruangan direktur berada dilantai paling atas.saat lift terbuka Nana berjalan menuju ruangan direktur itu dengan banyak pertanyaan dan kebingungan dalam pikiran nya dan jantung yang berdetak lebih kencang dari biasa nya.Nana sudah didepan pintu ruangan direktur .Nana pun mengetuk pintu dengan doa dialam hatinya semoga Nana tidak ada masalah.
          “tuk..tuk..tuk”suara ketuakan pintu.
          “silahkan masuk.”jawab yang didalam ruangan.
Nana pun membuka pintu dengan perasaan yang segala rasa dirasakannya.
          “pak,kalau boleh tau,bapak kenapa memamnggil saya?”Nana bertanya to the poiny
          “silahkan duduk dulu”balas nya dengan senyuman yang membuat nya makin tampan.
Nana mendengarkan apa yang disuruh direktur nya itu dan langsung duduk yang kursi nya berhadapan langsung dengan direktur baru nya.Nana bisa melihat wajah direktur nya yang tampan dan nana pun menyadari didalam hatinya bahwa direktur nya itu sangat tampan tapi nana langsung menepis pikirannya.Nana merasa risih sebab dari tadi tidak ada percakapan yang dilontarkan direktur nya itu hanya menatap nana dengan tatapan yang sulit diartikan.Nana pun mencari akal dengan berdehem “hmm”direktur nya langsung sadardan berkata.
          “anda tidak ingat saya?”kata dandy to the point
Dandy sebenernya menatap nana tadi sambil mengingat masa-masa SMA nya dulu.yah,sebenernya dandy itu teman nana di bangku SMA dulu yang suka menjaili nana sampe-sampe nana membenci dandy tapi bukan maksud dandy untuk membuat nana membencinya.dandy menyimpan perasaan pada nana yang salah menyampaikan nya pada nana karena menggunakan hal-hal yang konyol sehingga nana pun membencinya.
          “hmm,bapak?”balas Nana dengan wajah datar nya karna dirinya kebingungan .
Nana mengingat-ingat dan hati nana pun “deg” nana ingat dengan kejadian tadi pagi yang adegan tabrakan dan nana pun langsung meminta maaf.
“pak,maafkan atas kejadian tadi pagi.”dengan nada yang bergetar dan wajah nya pun pucat.
          “bukan itu yang saya maksud kan.”dandy menjawab dengan tersenyum.
Nana makin bingung, sebenernya direktur direktur baru nya itu siapa?kenapa dandy membahas ini yang bukan mencakup hal-hal dalam pekerjaan nya.
          “anda ingat saat SMA dulu ada orang yang tiap hari bikin anda marah?lanjut dandy
Dalam hati nya merasakan hal aneh dan nana pun mengingat masa –masa SMA,memang hari-hari nana saat SMA penuh dengan kemarahan dan kebencian akibat tingkah-tingkah konyol yang dilakukan dandy.Nana tidak menjawab pertanyaan dari dandy karena Nana bingung mau menjawab apa karena orang yang dibenci nana itu adalah direktur baru nya.kalau nana marah-marah melampiaskan amarah nya sejak SMA kepada dandy,bisa-bisa nana dipecat dan nana tidak mau hal itu terjadi karena nana membutuhkan pekerjaan ini.
Nana tidak bergeming,dandy hanya melihat muka polos nana yang diketahui oleh dandy sedang bingung apa yang disampaikan dirinya.dandy pun menoleh ke jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 12 siang dan waktu nya makan siang.
          “na,sudah waktu nya makan siang.”dandy memecahkan keheningan.
          “oh iyah,pak.apakah ada hal yang perlu dibahas lagi pak?”tanya nana
          “kalau tidak saya akan keluar dari ruangan ini.”lanjut nana
          “tidak.”jawab dandy singkat.
          “kalau begitu saya permisi dulu pak.”
          “tunggu,kita makan siang bareng.”kata dandy
Nana sontak kaget dengan ucapan direktur nya.Nana ingin menolak nya dengan sopan tapi direktur nya itu langsung menepis dengan perkataan.
          “saya tidak menerima penolakan.”
Nana pun pasrah dan berjalan menuju kantin kantor.posisi luna berada dibelakang direktur nya itu karena kantin kantor berada dilantai 7 maka mereka menggunakan lift,sepanjamg perjalanan mereka tidak ada percakapan sedikit pun.banyak juga karyawan yang melihat nya dan membicarakan tentang mereka.Meskipun Nana merasa tidak nyaman,tapi Nana tidak memikirkan terlalu jauh karena semua yang dikatakan para karyawan khusus nya karyawan wanita tidak benar apa yang dibicarakannya tentang Nana.
Nana dan direktur nya sudah tiba dikantin kantor,mereka berdua duduk dan pelayan pun langsung datang memberikan daftar menu,Nana dan direktur nya memesan makanan yang sama.selama menunggu pesanan datang mereka tidak ada percakapan sama sekali.Nana kembali merasa risih dengan tatapan direktur nya,Nana tidak tau arti dari tatapan direktur nya itu.Nana mengambil handphone nya, untuk mengalihkan rasa tidak nyaman nana memainkan handphonenya yang baru saja diambil didalam saku nya.Padahal di handphone nya Nana tidak pesan atau pun games.memang Nana tidak suka dengan games tapi pura-pura memainkan handphone.
Dandy kembali menatap nya untuk yang kedua kali nya,Dandy pun berpikir dalam tatapan nya ternyata Nana masih sama seperti dulu,tingkah laku Nana saat merasa tidak nyaman pasti mencari kesibukan dengan handphone.Dandy tau bahwa handphone Nana tidak ada pesan maupun games yang bias dimainkan,Dandy tau bahwa Nana tidak suka games.dandy tersadar dari pikiran nya setelah makanan yang dipesan nya datang.ini adalah keuntungan Nana karena Dandy mengalihkan tatapan nya kepada makanan nya.Mereka berdua sibuk dengan makanan nya masing-masing sehingga tidak ada percakapan sekali pun,hanya terdengar suara piring yang bergesekan dengan sendok.Mereka dalam hening menikmati makanan sampai selesai.
Dandy menatap nya kembali untuk ketiga kalinya tanpa Nana sadari.Memang Dandy telah selesai makan sudah cukup lama karena dandy seorang lelaki pasti makannya lebih cepat dari pada seorang wanita seperti Nana.
Setelah Nana selesai makanterus mengambil air minum,Nana langsung menyadari bahwa Dandy menatap nya kembali.dalam pikiran Nana”apakah Dandy menatap nya dari tadi?sedang makan?”banayak pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran Nana.
Dandy tau bahwa Nana tidak nyaman karena ditatap oleh dirinya dengan tatapan mendalam.Nana pun memulai percakapan nya karena nana ingat dengan berkas-berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya.
          “Pak,Saya ucapkan terima kasih atas makan siang nya.”ucap Nana dengan sopan.
          “hmm..iyah.”dandy menjawab nya dengan singkat.
“Pak,karena saya masih banyak pekerjaan yang belum selesai,saya ingin duluan ke ruangan saya dan melanjutkan pekerjaan.”
          “……..”Dandy tidak  menjawab nya tetapi hanya meangguk-angguk kepala nya dengan pelan-pelan seakan tidak ada anggukan.
Meski anggukan pelan Nana mengerti,Nana segera berdiri dan meninggalkan meja yang ditempatinya tetapi baru saja dua langkah tangan Nana sudah ada yang mencekal nya dan nana pun tau siapa orang itu.Nana berbalik dan bertanya.
          “apakah ada yang belum dibahas atau bapak ingin protes?”Nana yang sedikit kesal.
          “silahkan duduk kembali.”jawab Dandy.
Nana menuruti omongan Dandy sehingga mereka kembali duduk berdua.
Dandy langsung memberi kotak beludru yang berwarna merah.
          “ini buat kamu.”kata dandy dengan ucapan yang informal.
Nana dikejutkan kembali dengan isi kotak,yang didalam berisi cincin dengan satu permata berwarna biru.
          “Na,pasti kamu kaget nya soal nya dandy tiba-tiba memberi cincin ini.”lanjut dandy dengan menunjuk cincin yang berada dikotak.
“Dandy udah lama menyimpan perasaan ini ,kamu pasti tambah bingung dengan ini dan kamu lupa sama Dandy tapi hati dandy bahagia waktu tadi pagi lihat kamu engga sengaja dan kita saling tabrakan,disitu dandy langsung berpikir untuk menemui kamu dengan cara yang tidak ketahui oleh orang lain,jadi dandy menyuruh sekertaris Alfi untuk menyampaikan pesan dari dandy ke kamu.”dandy menjelaskan nya dengan panjang lebar.
“…………”Nana tidak menjawab dandy karena makin kaget dengan apa yang dijelaskan oleh dandy.
Dandy langsung menyentuh tangan Nana dan menarik nya sehingga Dandy dapat memasangkan cincin ketangan Nana lebih tepat nya ke jari manis Nana.Nana kaget dengan yang dilakukan Dandy kepada dirinya dan ingin menolak apa yang dilakukan Dandy tapi sebelum Nana berbicara,Dandy langsung menepis nya dengan kata yang membuat Nana kaget lagi.
          “sama Dandy,ini udah dianggap sebagai jawaban Nana.”
Nana makin bingung padahal bibir Nana belum menjawab apa-apa kepada Dandy,tapi disamping itu hati Nana merasa bahagia dengan yang dilakukan dandy.mungkin nana sudah jatuh hati kepada Dandy.




                                                                 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar