Cinta yang tak
terduga
Nana berjalan dengan
tergesa-gesa menuju kantor nya karena waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi dan
saat nya dia masuk kantor.Nana berjalan menuju lift tanpa memperhatikan jalan
dengan benar dan terdengar suara
“Buk”suara orang yang saling tabrak.
“Anda punya mata engga sih”Nana dengan
suara yang keras dan membentak.
“..............”orang yang berhadapan
dengan Nana tidak menjawab nya.
Merasa tidak ada waktu
untuk membahas masalah sepele,Nana langsung masuk kedalam lift dan memijit
salah satu tombol yang berangka 1 sampai 15,Nana memilih tombol angka 9.Nana
bekerja di perusahaan yang cukup besar yang mempunyai gedung dengan 15 lantai.
“tak..tok..tak..tok..”suara high heels
yang Nana pakai.
“Hai na”sapa seseorang kepada Nana
Baru saja Nana sampai
dimeja kerjanya dan membereskan berkas-berkas sudah ada yang nyapa,yang tak
lain teman dekat nya yaitu Rana.
“oh,iyah ra”balas Nana tanpa menoleh
kepada Rana
“na”
“hmmm”
“hari ini direktur baru kita datang.”
“oh.”jawab Nana singkat.
“Banyak yang bilang
bahwa direktur baru kita masih muda,belum nikah dan sangat tampan dan para
wanita pun mengejar-ngejar nya.”
“oh iyah .”balas nana yang sibuk
dengan berkas-berkas nya.
“dan kamu harus
siap-siap bentar lagi kita keruangan aula untuk menghadiri acara penyambutan
direktur baru.”
“hmmm.”balas
Nana
“nanti aku kesini lagi,cepet
beres-beres nya.”kata rana
Rana meninggalkan
Nana,Nana tidak terlalu mendengarkan apa yang Rana sampaikan,Nana hanya focus pada
berkas-berkas yang menumpuk dimeja nya.Nana tidak peduli dengan apa yang
dibicarakan para pegawai wanita yang membicarakan direktur baru yang tampan dan
lajang,pria idaman semua wanita,dan Nana tidak penasaran dengan direktur baru
nya dia hanya fokus pada pekerjaan nya.
Nana masih sibuk
dengan pekerjaan nya dan Rana pun kembali menemui Nana.
“na..”sapa Rana
“hmmm”balas Nana acuh tak acuh
“astaga na,kamu belum siap-siap.”Rana
dengan nada yang kesal.
“siap-siap?untuk apa?”balas Nana
dengan wajah datar nya.
“kan tadi aku udah kasih tau kamu.”balas
Rana kesal.
“......”Nana tak membalas nya.
“yak....Nana cepet ke
toilet,benerin penampilam kamu yang ancur itu.”Rana sambil menarik Nana.
“yak..yak.. apa-apaan
kamu Ra.”Nana kaget dengan tindakan Rana yang menarik dirinya menuju toilet.
“sudah jangan banyak protes.”balas
Rana dengan penuh penekanan.
Nana pasrah dengan
apa yang dilakukan Rana kepada dirinya.Nana masuk ketoilet dengan Rana yang
menunggu diluar toilet karena Rana sudah rapih beda dengan sobatnya
Nana.didalan toilet nana hanya merapikan kemeja yang dipakainya,menyisir rambut
dan memoleskan bedak ke wajah nya,sangat sederhana tanpa make-up yang tebal
seperti pegawai lain nya.Nana keluar dari toilet,mereka berdua langsung menuju
ruang aula yang berada di lantai 15.
Ruang aula sudah
dipenuhi dengan karyawan dan karyawati yang sudah siap menyambut direktur baru
nya.
“Para hadirin yang berbahagia.....”Mc
pun sudah memulai acara penyambutan nya.
Nana tidak
memperhatikan sama sekali apa yang disampaikan oleh mc dan tepuk tangan pun
riuh bergeming diruangan tersebut,tanda bahwa direktur baru nya memasuki ruangan.Memang
Nana berada paling belakang dengan sobat nya itu jadi tidak terlalu melihat dan
mendengar apa yang direktur baru nya sampaikan dan pikiran Nana tidak pernah
kemana-mana selain pada berkas-berkas yang menumpuk dimeja kerjanya,tanpa Nana
sadari direktur nya itu mendekat kepada dirinya,dan setelah berhadapan dengan
Nana direktur baru nya itu mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.Nana masih
belum menyadari nya karena dia dari tadi hanya melihat kebawah dan sibuk dengan
pikiran nya.
‘’Nana.”Rana dengan nada yang menekan
dan pelan.
“hmm”hanya itu yang Nana balas.
“Dongkak kan kepalamu dan lihat
didepan.”
“malas.”balas Nana dengan singkat
Rana pun menginjak
kaki Nana karna Rana sudah tidak tahan dengan tingkah laku Nana yang acuh tak
acuh.
“yak....Rana ,sakit
tau.”nana berteriak dan nana pun menyadari bahwa didepan nya sudah ada pria
tampan dengan setelan jas yang rapih.
“halo,saya direktur
baru disini .nama saya Dandy hartono.”pria itu sambil mengulurkan tangan nya.
“saya Nana karyawan bagian
administrasi.”balas Nana dengan nada datar.
Nana merasa bahwa
dirinya pernah bertemu dengan direktur nya dan mengenal nya,tapi nana tidak
memikirkan nya lebih panjang bagi Nana
hal yang paling penting itu berkas-berkas yang menumpuk dimeja kerja
nya.
Setelah direktur baru
nya saling sapa dengan karyawannya,acara pun selesai.Nana langsung meninggalkan
aula tanpa memperhatikan sobatnya Rana,menuju ruangan kerja nya.setelah sampai
di ruangan nya Nana langsung menuju meja kerjanya dan serius membereskan
berkas-berkas nya yang sejak tadi ada dipikiran nya.Nana serius dan tanpa
disadari sudah ada orang yang didepan meja kerja nya.
“Bu Nana”sapa orang yang berada dekat
meja Nana.
Nana menengok dan
akibat rasa kaget nya Nana langsung menjawab nya.
“oh iyah,sekertaris Alfi “jawab Nana
Ternyata yang datang
itu adalah sekertaris direktur baru nya.
“bu Nana disuruh mendatangi ruangan
direktur.”kata sekertaris Alfi.
“hmm”balas Nana yang belum sadar
dengan apa yang disampaikan sekertaris Alfi.
“hah..keruangan direktur?”kaget Nana
dengan nada yang agak berteriak.
“5 menit lagi anda ditunggu diruangan
pak direktur.”lanjut Alfi dan langsung meninggalkan meja Nana.
Nana masih kaget
dengan apa yang disampaikan Alfi ,tapi Nana tersadar dari lamunan nya itu
setelah melihat jam yang dipakai ditangan dan Nana langsung meninggalakan meja
kerja nya karena masih terngiang perkataan dari sekertaris Alfi.Nana masuk lift
nya dan memijit tombol yang berangka 15 karena ruangan direktur berada dilantai
paling atas.saat lift terbuka Nana berjalan menuju ruangan direktur itu dengan banyak
pertanyaan dan kebingungan dalam pikiran nya dan jantung yang berdetak lebih
kencang dari biasa nya.Nana sudah didepan pintu ruangan direktur .Nana pun
mengetuk pintu dengan doa dialam hatinya semoga Nana tidak ada masalah.
“tuk..tuk..tuk”suara ketuakan pintu.
“silahkan masuk.”jawab yang didalam
ruangan.
Nana pun membuka
pintu dengan perasaan yang segala rasa dirasakannya.
“pak,kalau boleh tau,bapak kenapa
memamnggil saya?”Nana bertanya to the poiny
“silahkan duduk dulu”balas nya dengan
senyuman yang membuat nya makin tampan.
Nana mendengarkan apa
yang disuruh direktur nya itu dan langsung duduk yang kursi nya berhadapan
langsung dengan direktur baru nya.Nana bisa melihat wajah direktur nya yang tampan
dan nana pun menyadari didalam hatinya bahwa direktur nya itu sangat tampan
tapi nana langsung menepis pikirannya.Nana merasa risih sebab dari tadi tidak
ada percakapan yang dilontarkan direktur nya itu hanya menatap nana dengan
tatapan yang sulit diartikan.Nana pun mencari akal dengan berdehem
“hmm”direktur nya langsung sadardan berkata.
“anda tidak ingat saya?”kata dandy to
the point
Dandy sebenernya
menatap nana tadi sambil mengingat masa-masa SMA nya dulu.yah,sebenernya dandy
itu teman nana di bangku SMA dulu yang suka menjaili nana sampe-sampe nana
membenci dandy tapi bukan maksud dandy untuk membuat nana membencinya.dandy
menyimpan perasaan pada nana yang salah menyampaikan nya pada nana karena
menggunakan hal-hal yang konyol sehingga nana pun membencinya.
“hmm,bapak?”balas Nana dengan wajah
datar nya karna dirinya kebingungan .
Nana mengingat-ingat
dan hati nana pun “deg” nana ingat dengan kejadian tadi pagi yang adegan
tabrakan dan nana pun langsung meminta maaf.
“pak,maafkan atas
kejadian tadi pagi.”dengan nada yang bergetar dan wajah nya pun pucat.
“bukan itu yang saya maksud kan.”dandy
menjawab dengan tersenyum.
Nana makin bingung,
sebenernya direktur direktur baru nya itu siapa?kenapa dandy membahas ini yang
bukan mencakup hal-hal dalam pekerjaan nya.
“anda ingat saat SMA dulu ada orang
yang tiap hari bikin anda marah?lanjut dandy
Dalam hati nya
merasakan hal aneh dan nana pun mengingat masa –masa SMA,memang hari-hari nana
saat SMA penuh dengan kemarahan dan kebencian akibat tingkah-tingkah konyol
yang dilakukan dandy.Nana tidak menjawab pertanyaan dari dandy karena Nana
bingung mau menjawab apa karena orang yang dibenci nana itu adalah direktur
baru nya.kalau nana marah-marah melampiaskan amarah nya sejak SMA kepada
dandy,bisa-bisa nana dipecat dan nana tidak mau hal itu terjadi karena nana
membutuhkan pekerjaan ini.
Nana tidak
bergeming,dandy hanya melihat muka polos nana yang diketahui oleh dandy sedang
bingung apa yang disampaikan dirinya.dandy pun menoleh ke jam tangan nya yang
sudah menunjukan pukul 12 siang dan waktu nya makan siang.
“na,sudah waktu nya makan siang.”dandy
memecahkan keheningan.
“oh iyah,pak.apakah ada hal yang perlu
dibahas lagi pak?”tanya nana
“kalau tidak saya akan keluar dari
ruangan ini.”lanjut nana
“tidak.”jawab dandy singkat.
“kalau begitu saya permisi dulu pak.”
“tunggu,kita makan siang bareng.”kata
dandy
Nana sontak kaget
dengan ucapan direktur nya.Nana ingin menolak nya dengan sopan tapi direktur
nya itu langsung menepis dengan perkataan.
“saya tidak menerima penolakan.”
Nana pun pasrah dan
berjalan menuju kantin kantor.posisi luna berada dibelakang direktur nya itu
karena kantin kantor berada dilantai 7 maka mereka menggunakan lift,sepanjamg
perjalanan mereka tidak ada percakapan sedikit pun.banyak juga karyawan yang
melihat nya dan membicarakan tentang mereka.Meskipun Nana merasa tidak
nyaman,tapi Nana tidak memikirkan terlalu jauh karena semua yang dikatakan para
karyawan khusus nya karyawan wanita tidak benar apa yang dibicarakannya tentang
Nana.
Nana dan direktur nya
sudah tiba dikantin kantor,mereka berdua duduk dan pelayan pun langsung datang memberikan
daftar menu,Nana dan direktur nya memesan makanan yang sama.selama menunggu
pesanan datang mereka tidak ada percakapan sama sekali.Nana kembali merasa risih
dengan tatapan direktur nya,Nana tidak tau arti dari tatapan direktur nya
itu.Nana mengambil handphone nya, untuk mengalihkan rasa tidak nyaman nana memainkan
handphonenya yang baru saja diambil didalam saku nya.Padahal di handphone nya
Nana tidak pesan atau pun games.memang Nana tidak suka dengan games tapi
pura-pura memainkan handphone.
Dandy kembali menatap
nya untuk yang kedua kali nya,Dandy pun berpikir dalam tatapan nya ternyata
Nana masih sama seperti dulu,tingkah laku Nana saat merasa tidak nyaman pasti
mencari kesibukan dengan handphone.Dandy tau bahwa handphone Nana tidak ada
pesan maupun games yang bias dimainkan,Dandy tau bahwa Nana tidak suka
games.dandy tersadar dari pikiran nya setelah makanan yang dipesan nya
datang.ini adalah keuntungan Nana karena Dandy mengalihkan tatapan nya kepada
makanan nya.Mereka berdua sibuk dengan makanan nya masing-masing sehingga tidak
ada percakapan sekali pun,hanya terdengar suara piring yang bergesekan dengan
sendok.Mereka dalam hening menikmati makanan sampai selesai.
Dandy menatap nya
kembali untuk ketiga kalinya tanpa Nana sadari.Memang Dandy telah selesai makan
sudah cukup lama karena dandy seorang lelaki pasti makannya lebih cepat dari
pada seorang wanita seperti Nana.
Setelah Nana selesai
makanterus mengambil air minum,Nana langsung menyadari bahwa Dandy menatap nya
kembali.dalam pikiran Nana”apakah Dandy menatap nya dari tadi?sedang makan?”banayak
pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran Nana.
Dandy tau bahwa Nana
tidak nyaman karena ditatap oleh dirinya dengan tatapan mendalam.Nana pun
memulai percakapan nya karena nana ingat dengan berkas-berkas yang menumpuk
diatas meja kerjanya.
“Pak,Saya ucapkan terima kasih atas
makan siang nya.”ucap Nana dengan sopan.
“hmm..iyah.”dandy menjawab nya dengan
singkat.
“Pak,karena saya
masih banyak pekerjaan yang belum selesai,saya ingin duluan ke ruangan saya dan
melanjutkan pekerjaan.”
“……..”Dandy tidak menjawab nya tetapi hanya meangguk-angguk
kepala nya dengan pelan-pelan seakan tidak ada anggukan.
Meski anggukan pelan
Nana mengerti,Nana segera berdiri dan meninggalkan meja yang ditempatinya
tetapi baru saja dua langkah tangan Nana sudah ada yang mencekal nya dan nana
pun tau siapa orang itu.Nana berbalik dan bertanya.
“apakah ada yang belum dibahas atau
bapak ingin protes?”Nana yang sedikit kesal.
“silahkan duduk kembali.”jawab Dandy.
Nana menuruti omongan
Dandy sehingga mereka kembali duduk berdua.
Dandy langsung
memberi kotak beludru yang berwarna merah.
“ini buat kamu.”kata dandy dengan
ucapan yang informal.
Nana dikejutkan
kembali dengan isi kotak,yang didalam berisi cincin dengan satu permata
berwarna biru.
“Na,pasti kamu kaget nya soal nya
dandy tiba-tiba memberi cincin ini.”lanjut dandy dengan menunjuk cincin yang
berada dikotak.
“Dandy udah lama
menyimpan perasaan ini ,kamu pasti tambah bingung dengan ini dan kamu lupa sama
Dandy tapi hati dandy bahagia waktu tadi pagi lihat kamu engga sengaja dan kita
saling tabrakan,disitu dandy langsung berpikir untuk menemui kamu dengan cara
yang tidak ketahui oleh orang lain,jadi dandy menyuruh sekertaris Alfi untuk
menyampaikan pesan dari dandy ke kamu.”dandy menjelaskan nya dengan panjang
lebar.
“…………”Nana tidak
menjawab dandy karena makin kaget dengan apa yang dijelaskan oleh dandy.
Dandy langsung menyentuh
tangan Nana dan menarik nya sehingga Dandy dapat memasangkan cincin ketangan
Nana lebih tepat nya ke jari manis Nana.Nana kaget dengan yang dilakukan Dandy
kepada dirinya dan ingin menolak apa yang dilakukan Dandy tapi sebelum Nana
berbicara,Dandy langsung menepis nya dengan kata yang membuat Nana kaget lagi.
“sama Dandy,ini udah dianggap sebagai
jawaban Nana.”
Nana makin bingung
padahal bibir Nana belum menjawab apa-apa kepada Dandy,tapi disamping itu hati
Nana merasa bahagia dengan yang dilakukan dandy.mungkin nana sudah jatuh hati
kepada Dandy.